Jumat, 14 Februari 2020

Sebelah Sayap

at Februari 14, 2020

Aku bersimpuh di sudut jalan kecil kala itu. Hanya sendiri dan terlihat frustasi. Aku bergelut dengan diriku sendiri yang setengah gila. Tangisanku mengalir meratapi kebodohan atas segala hal yang terjadi. Air mataku terus berderai tak terbendung. Sampai-sampai semesta tak ingin memandangku karena tak sampai hati. 

Ya, aku pernah jatuh sejatuhnya. Tenggelam dalam gelora ombak yang tak terkendali. Menghilang karena tak punya harapan. Menghilang untuk tak lagi ditemukan. 

Letih aku meminta tuk menyerah. Hingga saat kehancuranku, ada sesosok bayangan hadir. Memberikanku sayap baru untuk terbang kembali. Mengajariku bagaimana caranya untuk melayang dengan hebat agar aku dapat menjelajahi dunia.

Sosok bayangan itu terus berkata bahwa aku kuat. Membuat nadiku berpacu lebih semangat. Hingga pada saat aku rehat, dan mengajaknya tuk terbang menuju sebuah alamat. Ia menolak karena hatinya telah terpikat. Bukan. Bukan olehku. 

Tak ada yang bisa aku perbuat. Bahkan hampir kehabisan akal sehat. Kenyataannya aku hanya akan tetap terbang sendiri. Menelusuri dunia yang selalu tak berpihak pada si malang ini. Entah bagaimana bisa aku dapat bertahan lagi. Aku akan terbang semampuku. Jangan khawatir. Katamu aku ini kuat, kan?

0 comments:

Posting Komentar

 

Segores Awanku Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos