Sabtu, 16 April 2022

Kini

at April 16, 2022

Aku duduk di tepian pantai sore ini. Anginnya menyentuh tubuhku dengan lembutnya. Sinar matahari menyorotku dari sisi barat. Datang juga deru ombak yang menambah syahdu suasana. Hangatnya pasir membuatku ingin merebah. Seketika terpejamlah mataku terbawa damainya waktu ini. 

Aku nikmati bau khas pantai hingga tenggelamlah aku pada memoriku. Sekilas aku melihat hal-hal yang telah kulewati. Meski pahit dan manisnya sudah tak sejelas dulu, namun ada kelegaan yang aku rasa atas segala keputusan-keputusanku kemarin. 

Bila diingat, sungguh rasanya tak mau kembali. Di masa mudaku yang seharusnya penuh dengan keceriaan, malah menjadi masaku terjatuh sedalam-dalamnya. Ditamparnya aku dengan kenyataan yang sekencang-kencangnya. Tercabik-cabik waktu dan perkataan hingga sempoyongan untuk berjalan. Sampai sepenuhnya aku sadar atas kebodohan dan kecerobohan masa mudaku. 

Kini, aku nikmati damainya hidup dengan anugerah Tuhan yang diberikan kepadaku. Keluarga, teman-teman, pekerjaan, dan berkah lainnya yang melimpah ruah. Tak akan lagi aku siakan detik berharga yang terus mengalir pada nadiku. Walau belum ada tangan yang menggenggam; juga sebuah jiwa yang mendamaikan, aku akan terus menjalani hari. Menyambut senja yang ingin pulang, hingga ia hadir kembali.

0 comments:

Posting Komentar

 

Segores Awanku Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos