Rabu, 04 Mei 2022

Hilang dan Tak Ditemukan

at Mei 04, 2022

Akhirnya cerita panjang selesai dan perjalanan pun dimulai. Perjalanan yang sudah sangat lama direncanakan untuk menyambut sebuah perpisahan. Perjalanan yang panjang meski panjangnya tidak bisa mengalahkan betapa panjangnya perjuanganku padamu. Perjalanan yang cukup memakan waktu meski waktunya tidak bisa dibandingkan dengan waktu yang telah dihabiskan bersamamu. 

Tidak ada keraguan untuk melangkah. Aku terus berjalan mengikuti kemana angin berhembus. Berharap segala sayatan luka ini terbawa oleh hembusannya. Belum terasa letih meski pun aku memikul seluruh gejolak amarah sebab semesta tidak mengizinkan sepasang insannya untuk bersama. Bentengnya tetap kokoh dan mustahil untuk dirobohkan.

Terdengar suara burung-burung samar yang mengadu dengan suara dalam pikiranku. Terputar kembali isi pesanku yang telah tersampaikan. Menebak apa reaksimu dan bagaimana perasaanmu tapi toh langit saja tidak peduli. Cerahnya hari tidak membuat hatiku berseri.

Kadang aku berlari, pun kadang aku berhenti. Menyusuri setapak demi setapak jalan tidak berujung. Lelah rasanya menopang hati yang patah ini. Namun semuanya tetap kunikmati untuk merayakan kisah rumit yang telah diakhiri. Tiada tempat hangat yang dituju, apalagi puncak gunung yang hendak dicapai. Aku hanya ingin terus berada dalam perjalanan ini. Meninggalkanmu juga berbagai kenangan di belakangnya. Menolak untuk dikejar demi kedamaian. Aku berkelana untuk menghilang; entah itu hilang dalam dekapan atau pun hilang ditelan kabut yang malang. Sekali lagi, biarkan aku menghilang. Hilang dan tak ditemukan.


1 comments:

Sandyakala Ika on 16 Mei 2022 pukul 15.57 mengatakan...

This post inspired by the story of my friend.

Posting Komentar

 

Segores Awanku Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos