Rabu, 21 November 2018

Kemarin Malam

at November 21, 2018
Malam mengajariku banyak hal. Ia mengajariku bahwa dunia ternyata memang tak adil. Pun anginnya berbisik lirih memberitahukan bahwa kau adalah benar-benar sang penjahat cinta.
Bagaimana bisa kau terus menghujam jiwa ini ketika kini dalam kegelapan aku masih terseok-seok untuk menemukan secercah cahaya? Bagaimana secepat ini menggoyahkanku saat aku masih sibuk menata serpihan kemarin? Masih belum puaskah hasratmu menghujaniku tangkai mawar?
Kemarin, baru saja kemarin kau suruh aku percaya. Tapi kini kau sendiri yang menghancurkan hatiku. Merusaknya hingga tak bisa membangun kembali kepercayaan itu. Kau lebih dari sekedar jahat, Tuan.

0 comments:

Posting Komentar

 

Segores Awanku Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos