Malam mengajariku banyak hal. Ia mengajariku bahwa dunia ternyata memang tak adil. Pun anginnya berbisik lirih memberitahukan bahwa kau adalah benar-benar sang penjahat cinta.
Bagaimana bisa kau terus menghujam jiwa ini ketika kini dalam kegelapan aku masih terseok-seok untuk menemukan secercah cahaya? Bagaimana secepat ini menggoyahkanku saat aku masih sibuk menata serpihan kemarin? Masih belum puaskah hasratmu menghujaniku tangkai mawar?
Kemarin, baru saja kemarin kau suruh aku percaya. Tapi kini kau sendiri yang menghancurkan hatiku. Merusaknya hingga tak bisa membangun kembali kepercayaan itu. Kau lebih dari sekedar jahat, Tuan.
Rabu, 21 November 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 comments:
Posting Komentar