Malam ini aku coba buka draft dari beberapa tulisanku. Kutemukan banyak draft yang belum terselesaikan. Tulisannya hanya terdiri dari satu hingga dua kalimat pembuka. Belum ada kalimat setelahnya, apalagi penutupnya. Inginnya aku lanjutkan tulisan itu namun aku tidak tau harus mulai dari mana. Terlalu banyak gumpalan di kepala yang perlu dicurahkan. Mengingat sudah lama sekali aku tidak menulis di sini.
Aku memandangi huruf-huruf itu dengan tatapan kosong hingga pikiranku pergi ke ruang lain. Ruang yang juga atmosfernya hanya terisi kebingungan dan kegelisahan.
Denting jam terus berputar. Aku terhanyut pada terkaanku tentang siapa tokoh yang dapat aku rangkai pada barisan hurufnya. Dengan kisah mana akan aku lanjutkan; Lalu, dengan rasa apa aku bisa gambarkan.
Mataku terpejam mencoba resapi rasa. Radarku terus mencari. Menyelam pada setiap sudut relung hati hingga terhenti pada sesosok yang bayangannya tiba-tiba hadir di hati.
Ku pandangi ia dari jauh. Jauh sekali hingga tak dapat kugenggam. Akan tetapi, aku bisa merasakan dingin auranya, hadir juga rasa nyaman dari dirinya. Tersenyum aku tak jemu hingga ku sadari bahwa semakin ia kupandangi, ia terlihat semakin semu. Ia nampak namun seolah tidak ingin ditangkap. Ia siap mendekap namun enggan terikat. Mungkinkah ia butuh waktu untuk mendekat atau aku harus nekat?
“Tuan, maukah kamu menjadi bagian dalam kisahku?”
0 comments:
Posting Komentar