Akhirnya kita hampir sampai pada bab terakhir tahun ini. Segala suka cita yang dialami telah tertulis disini. Tentu saja dengan setengah jumlah halamannya berisi cerita tentangnya. Tentang bagaimana ia bisa masuk ke dalam alur cerita ini. Juga tentang seperti apa sosoknya dan hal-hal yang ia sukai.
Keselarasanya denganku membuat semuanya tampak sempurna. Berbagai angan pun terpintas dalam benak ini. Aku terus menulisnya dalam kisahku. Berharap suatu saat nanti dapat terbaca kembali hingga menjadi nyata. Meski aku menyadari sepenuhnya bahwa hatinya tak pernah ada buatku. Aku tak benar-benar mengerti tentangnya. Bahkan walaupun aku selalu ada untuknya, masih saja tak cukup membawaku ke dalam dekapannya; karena pada kenyataanya ia hanya sekadar hadir, bukan takdir.
Aku terus dibuatnya bingung dengan keyakinanku sendiri hingga ingin menyerah.
"Pada bagian mana yang harus aku baca berulang kali untuk dapat lebih mengenalmu, Tuan?"
0 comments:
Posting Komentar