Dunia ini terlalu lucu ketika seorang korban dianggap sebagai tersangka. Tolong ubah sudut pandang kalian dan telaah segalanya hingga detil terkecil. Karena bisa jadi orang yang dianggap sebagai tersangka itulah orang yang paling banyak berkorban dan mengorbankan.
Seperti aku yang sudah tak terhitung lagi seberapa letihnya hatiku untuk menyadarkannya bahwa aku ada. Pun sudah tak tertandingi lagi kemalangannya. Tapi dia masih saja memutar balikan semua. Mengecamku sebagai pelaku utama. Padahal faktanya dialah si dalang dibalik semua keporak porandaan ini.
Terserahlah. Hidupku sudah hancur. Sudah percuma dibereskan. Biar saja yang hancur tambah lebur. Yang retak sudah menjadi puing sekarang. Bahkan hatiku tak lebih dari sebuah arang. Hangus. Tangisan sudah menjadi sejoli. Senyuman sudah berubah menjadi serpihan sendu.
Sebenarnya jiwaku telah mati karenanya. Tak usah dia tau. Biar saja semuanya sirna dan tak bersisa.
0 comments:
Posting Komentar